Cari Blog Ini

(c) Frelly Mickey. Diberdayakan oleh Blogger.

Postingan Populer

RSS

Sejarah Ronaldo

Ronaldo mengawali karier sepak bola pada 1993 dengan memperkuat Cruzeiro. Dia mengawali debut dalam usia 16 tahun ketika melawan Caldense pada 25 Mei 1993.


Ronaldo mulai dikenal oleh publik Brasil ketika memborong lima gol dalam laga kontra Bahia pada 7 November 1993.

"Saya pertama kali melihat Ronaldo bermain di Cruzeiro. Dia masih anak-anak. Namun, laga tersebut dia akhiri dengan mencetak lima gol," kata Cafu, yang merupakan kapten Tim Samba saat menjuarai Piala Dunia 2002.
"Sejak saat itu, dia membuktikan bahwa dirinya adalah fenomena yang sesungguhnya," ucapnya lagi.

Dua musim di Cruzeiro ditutup Ronaldo dengan koleksi 44 gol dari 47 pertandingan. Dia juga mengantarkan klubnya meraih Copa do Brasil (1993) dan Campeonato Mineiro (1994).
Rentetan perolehan cemerlang itu membuat Ronaldo dipanggil ke timnas Brasil pada usia 17 tahun untuk berjuang di Piala Dunia 1994 (Amerika Serikat). Tim Samba keluar menjadi juara meskipun Ronaldo tidak bermain.
Terpincut dengan performa Ronaldo, PSV Eindhoven merekrut sang bintang belia pada 1994.
Hanya butuh dua musim bagi Ronaldo untuk memuncaki daftar teratas Pencetak Gol Terbanyak Liga Belanda 1995.

Total dia melesakkan 54 gol dari 58 laga, sekaligus mempersembahkan Piala KNVB (1996) dan Johan Cruijff Schaal (1996) untuk PSV.
Keberhasilan di Belanda membuat Ronaldo memulai petualangannya di klub-klub raksasa Eropa.
Ketajaman Ronaldo tercium oleh tim raksasa Liga Spanyol, FC Barcelona. Klub dengan sebutan Blaugrana itu rela mengucurkan 19,5 juta dollar AS (sekitar Rp 256,8 miliar) pada 1996 untuk membeli Ronaldo, yang sekaligus menjadi rekor transfer pada saat itu.
Pesepak bola berpostur 183 cm ini membayar kepercayaan Barcelona dengan menggelontorkan 47 gol dari 49 penampilan.
Selain menyabet gelar Pencetak Gol Terbanyak La Liga 1997, Ronaldo mengantarkan Blaugrana menjadi kampiun Piala Winners (1997), Copa del Rey (1997), dan Piala Super Spanyol (1996).
Pria yang identik dengan rambut botak ini dinobatkan FIFA sebagai Pemain Terbaik Dunia 1996 pada usia 20 tahun, yang menjadikan Ronaldo sebagai penerima penghargaan prestisius termuda dalam kategori tersebut.
Kebersamaan Ronaldo di Barcelona hanya terjalin selama satu musim karena terjadi masalah dalam negosiasi kontrak.

Presiden Blaugrana kala itu, Josep Lluis Nunez sempat meyakini bahwa Ronaldo akan memperpanjang kontrak hingga 2006, tetapi beberapa hari setelahnya kesepakatan dinyatakan gagal.
Inter Milan bergerak cepat dengan memenuhi klausul pembelian Ronaldo. Klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza ini tak ragu memecahkan rekor transfer di dunia dengan mengeluarkan kocek 27 juta dollar AS (sekitar Rp 355,3 miliar) pada 1997.
Berseragam I Nerazzurri, Ronaldo mampu beradaptasi dengan cepat sejak musim perdana. Dia duduk di posisi ke-2 teratas dalam daftar pencetak gol Serie A dengan koleksi 25 gol.
Ronaldo merengkuh gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA untuk kedua kalinya pada 1997 dan mengawinkannya dengan trofi Ballon d'Or.
Setahun kemudian, Ronaldo mencetak gol yang menjadi ciri khasnya dalam laga final Piala UEFA (Liga Europa) 1998 kontra Lazio.

Dia dengan tenang menggocek kiper Luca Marchegiani dalam situasi satu lawan satu sebelum menceploskan si kulit bulat dan mengantarkan Inter keluar sebagai juara.
"Ronaldo sungguh fenomenal," ujar rekan satu tim Ronaldo di Inter, Youri Djorkaeff.
Menjelang Piala Dunia 1998 dimulai, Ronaldo disanjung oleh penulis The Guardian, Jacob Steinberg.
"Pada 1998, tidak ada seorang pun penyerang galak yang berbakat seperti Ronaldo. Dia merupakan sosok dengan gabungan kekuatan supernatural, kecepatan, dan keterampilan. Kemampuan itu telah membuatnya menjadi pemain yang diimpikan setiap anak kecil," ujar Steinberg.
"Pada usia 21, harapan dan impian dari bangsa bertengger di pundaknya," tuturnya lagi.
Seusai berjuang di Piala Dunia 1998, Ronaldo menduduki posisi runner-up Pemain Terbaik Dunia FIFA, karena kalah dari Zinedine Zidane, yang membawa Prancis menaklukkan negaranya di partai puncak pagelaran tersebut.
Dua musim membela panji I Nerazzurri, Ronaldo mendapat pujian dari bek legendaris AC Milan, Paolo Maldini, yang mengatakan, "Dua musim karier Ronaldo di Inter merupakan fenomena."

Namun, pada 21 November 1999, Ronaldo mengidap cedera dalam pertandingan Serie A menghadapi Lecce. Dia mengalami putus tendon pada bagian lutut yang memaksanya harus naik meja operasi.
Ronaldo melakukan comeback pada 12 April 2000. Dia bermain tujuh menit dalam laga leg pertama final Coppa Italia melawan Lazio sebelum mengalami cedera lutut lagi untuk kali kedua.
Cedera ini membuat Ronaldo melewatkan seluruh musim 2000-2001.
Seusai melalui dua operasi dan rehabilitasi, Ronaldo kembali beraksi dalam Piala Dunia 2002 untuk membawa Brasil meraih titel Piala Dunia ke-5.
"Saya telah mengatakan sebelumnya bahwa kemenangan terbesar dalam hidup saya adalah dapat bermain sepakbola lagi, berlari lagi, dan mencetak gol lagi. Gelar juara dunia kelima ini menjadi puncak dari pemulihan saya dan kerja keras seluruh anggota tim," ujar Ronaldo.

Pencapaian tersebut membuat Ronaldo meraih penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA untuk kali ketiga dan hijrah ke Real Madrid.
Wartawan Italia pun menjuluki Ronaldo Il Fenomeno atau Sang Fenomena. Ronaldo meninggalkan Inter dengan mengemas 59 gol dari 99 laga dan "memberikan" 46 juta euro (sekitar Rp 673,3 miliar) untuk Tim Biru-Hitam.
Berkostum Real Madrid, Ronaldo menjadi bagian dari tim bertabur bintang bersama Zinedine Zidane, Luis Figo, Roberto Carlos, Raul Gonzales, dan David Beckham.
Ronaldo mencetak gol tercepat dalam sejarah klub ketika menjebol jala Atletico Madrid pada detik ke-15 dalam pertandingan La Liga 3 Desember 2003.
Dia juga mengunci gelar Pencetak Gol Terbanyak La Liga pada 2004 dengan torehan 25 gol.
Ronaldo mulai kehilangan tempat utama dalam dua musim terakhir di Santiago Bernabeu karena cedera dan kegemukan.
Raihan titel La Liga (2003, 2007), Piala Interkontinental (2002), dan Piala Super Spanyol (2003) untuk Real Madrid menjadi persembahan dia di El Real.

Di pengujung kariernya bersama Real Madrid, Ronaldo sempat bertarung di Piala Dunia 2006 (Jerman).
Dia lantas menjadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia sepanjang masa dengan raihan 15 gol ketika sukses membobol Ghana dalam babak 16 besar. Akan tetapi, catatan tersebut dipatahkan penyerang Jerman, Miroslav Klose, pada 8 Juli 2014 (16 gol).
Ronaldo lalu berlabuh ke AC Milan pada 18 Januari 2007.
Cuma mencetak 9 gol dalam 20 laga selama dua musim di San Siro menunjukkan Ronaldo tak lagi mampu bersaing di level teratas.
Milan menjadi klub pertama yang gagal mencicipi manisnya juara bersama Ronaldo. Dia akhirnya kembali ke Brasil untuk membela Corinthians.
Musim perdana Ronaldo di Corinthians berjalan indah. Lesakan 23 gol yang dia ciptakan memudahkan langkah klub untuk mendapatkan gelar Campeonato Paulista (2009) dan Copa do Brasil (2009).
Namun, pada 14 Februari 2011 Ronaldo memutuskan gantung sepatu karena tidak tahan lagi menahan cedera kambuhan yang menimpanya.
"Sangat sulit untuk meninggalkan sesuatu yang membuat saya sangat bahagia. Pikiran saya ingin terus bermain, tetapi saya harus mengakui bahwa saya dikalahkan oleh tubuh ini. Saatnya untuk pergi," tutur Ronaldo.
Ronaldo dikenal memiliki permainan cepat, mampu menembak dengan kedua kaki, lincah, seimbang, penuh akselerasi, dan menguasai beragam teknik, seperti elastico (menggeser bola ke kanan dan membalikkan dengan cepat ke kiri), step over (memutar kaki kanan dan kiri di atas bola), dan nutmeg (mengolongi pemain lawan).

Lalu, apa kata penyerang papan atas dunia, termasuk Lionel Messi tentang Ronaldo?
Sanjungan untuk Ronaldo
"Ronaldo adalah striker terbaik yang pernah saya lihat. Dia sangat cepat, dapat mencetak gol dari sudut sangat sempit, dan mampu menembak lebih baik dari siapapun," kata Messi.
"Saingan terbaik saya sepanjang karier? Ronaldo, sang fenomena. Mengapa? Karena dia adalah idola saya dan sangat komplet. Dalam pandangan saya, tak akan pernah ada pemain yang lebih hebat darinya," ujar Zlatan Ibrahimovic.
"Ronaldo melakukan hal-hal yang tak seorang pun pernah lihat sebelumnya. Dia bersama Romario dan George Weah diciptakan untuk menjadi penyerang tengah. Mereka adalah penyerang pertama yang mau meninggalkan kotak penalti untuk turun menjemput bola ke lini tengah, berpindah-pindah posisi, serta mengecoh bek tengah dengan kecepatan, akselerasi, dan kemampuan menggiring bola mereka," tutur Thierry Henry.

sumber : www.juara.bolasport.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar